Kasus Penipuan Di Bali, Manohara Kesaksian Keluarga Dan Bukti Nyata Bahaya Berjudi

Di pulau bali, perjudian sejenis sabung ayam, diberikan kesan khusus, dengan embel-embel tradisi, tapi nyatanya tindak perjudian dalam bentuk apapun telah dilarang oleh undang-undang negara indonesia.


Yang mengakibatkan banyak warga bali terjerumus ke dalam praktik perjudain yang bisa mengakibatkan kerugian dan kesengsaraan bagi keluarga dan masyarakat, berikut ini kesaksian saya sebagai keluarga sekaligus bukti nyata kejelekan asli dari sosok beliau satu ini dan bahaya dari berjudi.


Latar Belakang Beliau

Beliau bernama Desak, atau sering dikenal dengan sebutan manohara bali, beliau lahir di bali pada tahun 1980an, beliau lahir di keluarga yang sehari-harinya tidak terlepas dari hal berbau judi, hutang, dan masalah, hingga beliau yang merupakan seorang wanita mengikuti jejak keluarganya, yaitu menjadi seorang penjudi, beliau merupakan satu-satunya sosok wanita di dunia perjudian bali.

Dengan pekerjaan sehari-hari beliau menjadi seorang penjudi, sangat banyak orang bahkan keluarga yang dirugikan dari tingkah laku beliau, mulai dari ibunya, ayahnya, sodaranya, suaminya, bahkan hingga anaknya.


Beberapa Kasus Penipuan

Sangat miris, beliau pernah melakukan penipuan terhadah adik sodara perempuanya sendiri, dengan berkedok meminjam mobil korban, beliau meminjam mobil korban dan korbanpun tidak bisa menolak, karena permintaan dari sodarinya sendiri, setelah beberapa hari beliaupun menghilang entah kemana, kasus tersebut berakhir dengan mobil korban digadaikan, dan korban yang merupakan sodarinya sendiri harus bertanggung jawab dengan menebus kembali mobil tersebut.


Tidak hanya itu, beliau juga pernah melakukan penipuan kepada kakak sodaranya sendiri, sangat miris, beliau meminta kakaknya untuk meminjamkan sejumlah uang atas nama kakanya sendiri, entah mengapa kakak sodaranya juga menerima permintaan tersebut, dan kasus ini belum berakhir, sekarang hutang tersebut ditanggung oleh anak perempuan dari sodara beliau.


Saya sendiri juga hampir terkena aksi penipuan beliau, dengan berkedok inggin mentransfer sejumlah uang, beliau inggin meminjam kartu atm saya beserta paswordnya, saat itu saya sudah ingin mengajak beliau berdiskusi, tapi niat itu saya batalkan karena mengingat masih ada anak beliau di sampingya.


Banyak kasus-kasus atau masalah-masalah yang beliau buat, dan menurut saya kasus paling parah yang beliau buat, adalah beliau menelantarkan anak kandungnya sendiri, dengan tingkah beliau seperti itu, sumai beliau tidak lagi bisa untuk menghadapinya dan memutuskan untuk berpisah tapi tidak bercerai, dan beliau mengurus anaknya sendiri, parahnya, beliau tidak menyekolahkan anak kandungnya sendiri, walaupun saya sempat mendengar anaknya sendiri yang tidak inggin bersekolah, tapi itu tidak menjadi alasan kenapa anak beliau tidak bersekolah, dan kasus ini berakhir dengan anak beliau tinggal bersama neneknya di luar bali.


Sempat Dipenjara


Dengan tingkah laku beliau seperti itu dan sifat yang tidak punya hati, beliaupun baru-baru ini sempat berurusan dengan pihak kepolisian, beliau di penjara selama satu tahun dengan kasus penipuan, beliau dilaporkan oleh seseorang yang pernah ditipu juga oleh beliau, dan sekarang beliau sudah bebas denga nama keluarga besar kami tercoreng karena ulah beliau.


Dengan bebasnya beliau dari penjara, saya berfikir beliau akan tobat dan tidak lagi berbuat hal yang dapat merugikan keluarga, orang sekitar, dan juga beliau sendiri, tapi nyatanya setelah dari penjara, kehilangan anak, dibenci keluarga dan dibenci masyarakat, beliau tetap saja tidak berubah, terbukti dari video viral beliu yang beredar dan sekali lagi memalukan atau mejelekan nama baik keluarga besar kami.


Saya sebagai keluarga beliau, sangat meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan oleh tingkah laku beliau, jangankan orang lain, keluarga bahkan anaknya sendiri, tidak beliau pedulikan, saya menulis dan berbicara seperti ini bukan tanpa alasan, saya berharap beliau bisa peduli kepada keluarga dan bisa bertanggung jawab atas apa yang beliau perbuat, saya berbicara ini dengan benar sebenar-benarnya, tanpa ada hal yang dilebih-lebihkan, saya siap menerima kesekuensi apabila apa yang saya katakana ini tidak benar atau salah. Bali, 21 November 2022